Pages

Senin, 08 Desember 2014

Kepercayaan



Definisi Kepercayaan 

1.    Menurut Sheth dan Mittal
Kepercayaan (trust) merupakan faktor paling krusial dalam setiap relasi, sekaligus berpengaruh pada komitmen. Trust bisa diartikan sebagai kesediaan untuk mengandalkan kemampuan, integritas dan motivasi pihak lain untuk bertindak dalam rangka memuaskan kebutuhan dan kepentingan seseorang sebagaimana disepakati bersama secara implisit maupun eksplisit.
2.    Menurut Rusdin
Kepercayaan adalah kompenen yang berharga dalam setiap keberhasilan menjalin hubungan dan lebih jauh berfungsi sebagai upaya untuk mengurangi resiko serta membangun hubungan jangka panjang dan meningkatkan komitmen.
Berdasarkan definisi-definisi menurut para ahli diatas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa, Trust (Kepercayaan) adalah sebuah harapan. Dimana seseorang individu dapat mempercayai seseorang atau pemimpin yang mempercayai anggota oraganisasinya dalam berbuat kebaikan dan sebaliknya individu itu akan melakukan dengan sebaik mungkin.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan
Kepercayaan ialah harapan positif.Faktor atau kunci mempengaruhi kepercayaan ada lima dimensi, yaitu :
1.  Integrity (Integritas)
Integritasadalah sifat-sifat yang jujur dan bermoral.Kejujuran adalah unsur yang menentukan dalam peristiwa komunikasi.Kejujuran tidak saja menjadikan komunikasi menjadi efektif, tetapi juga mampu menciptakan pemahaman yang baik antara komunikasi dan komunikator.Pesan yang dilandasi kejujuran mengarahkan komunikasi terhindar dari distorsi.

2.  Competence (Kompetensi)
Kompetensiialah sifat, pengetahuan, dan pribadi seseorang yang relevan dalam menjalankan tugasnya secara efektif.
Kompetensi terdiri atas kompetensi generik dan kompetensi spesifik.
·      Kompetensi generik
Kompetensi yang bersifat umum yang harus dimiliki setiap pekerja.
·      Kompetensi spesifik
Kompetensi khusus untuk mengerjakan pekerjaan khusus.

3.  Concistency (Konsistensi)
Konsistensi ialah sifat kokoh atau teguh (presistent) pada pendirian, meskipun berbagai ancaman mengahadang.Orang yang konsisten dapat diramalkan tingkah lakunya, tidak mudah beruba-ubah perilakunya (sikap, pikiran, dan perbuatannya), ucapan janjinya dapat dipercaya, serta cocok antara kata dan perbuatannya.Ketidakkonsistenan antara ucapan dan perbuatan, janji dan buktinya, dapat mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan.


4.  Loyalty (Kesetiaan)
Kesetiaanialah keinginan untuk selalu melindungi, menyelamatkan, mematuhi, atau taat pada apa yang disuruh atau dimintanya, dan penuh  pengabdian. Orang yang setia tidak akan berkhianat, serong, atau selingkung.

5.  Openness (Keterbukaan)
Keterbukaan ialah keadaan dimana setiap orang yang terkait dengan pendidikan dapat mengetahui proses dan hasil pengambilan keputusan dan kebijakan sekolah. Keterbukaan sama dengan polos, apa adanya dan tidak bohong, tidak curang, jujur, dan terbuka terhadap publik tentang apa yang dikerjakan oleh sekolah

Jenis-Jenis Kepercayaan

Dalam hubungan organisasi ada tiga, yaitu:

1.               Kepercayaan berbasis pada kekuatan
Kepercayaan berbasis pada kekuatan akan berfungsi hanya pada tingkat bahwa hukuman itu mungkin, konsekuensi nya jelas dan hukuman sesungguhnya dijatuhkan jika kepercayaan dilanggar. Lebih dari itu potensi kerugian dari interaksi masa depan dengan pihak lain harus berimbang dengan potensi yang diperoleh dari melanggar pengharapan. Terlebih lagi pihak yang berpotensi dirugikan harus mau memperkenalkan ancaman pada orang yang melanggar kepercayaan tersebut.Contoh dari kepercayaan berbasis kekuatan adalah hubungan manajer dengan karyawan baru.Sebagai karyawan, anda umumnya percaya pada boss baru walaupun sedikit saja pengalaman yang bisa menjadi landasan bagi kepercayaananda.
2.     Kepercayaan berbasis pada pengetahuan
Sebagian besar hubungan organisasi berakar pada kepercayaan berbasis pengetahuan.Kepercayaan yang didasarkan pada predictabilitas perilaku yang berasal dari riwayat interaksi kepercayaan itu ada jika anda memiliki informasi yang memadai tentang seseorang sehingga anda memhami bahwa mereka cukup mampu memperkirakan secara tepat perilaku mereka.
Kepercayaan ini mengandalkan informasi dan bukannya ketakutan. Pengetahuan pihak lain tentang predictabilitas tentang perilakunya menggantikan kontrak hukuman dan kesepakatan hukum yang lazim yang terdapat pada kepercayaan berbasis ketakutan. Pengetahuan ini berkembang dari waktu ke waktu, umumnya sebagai fungsi dari pengalaman yang membangun kepercayaan akan sifat dapat dipercaya dan predictabilitas. Semakin baik anda mengenal seseorang semakin akurat anda dapat memperkirakan apa yang dia lakukan.

3.  Kepercayaan berbasis pada identifikasi
Tingkat kepercayaan paling tinggidicapai bila terdapat hubungan emosional antara dua pihak. Hal itu kemungkinan satu pihak bertindak sebagai agen bagi pihak lain dan menggantikan orang itu dalam transaksi interprasional. Ini disebut kepercayaan berbasis identifikasi. Kepercayaan ini ada karna masing-masing pihak saling memahami maksud masing-masing dan menghargai keiginan pihak lain. Pengertian ini berkembang ke titik dimana masing-masing pihak dapat bertindak secara efektif bagi yang lain.
Contoh dari kepercayaan berbasis identifikasi adalah pasangan suami istri yang telah lama menikah dan hidup berbahagia. Suami mempelajari apa yang penting bagi istrinya dan mengantisipasi tindak-tindakan itu. Pada giliran isteri percaya bahwa suami akan mengantisipasi apa yang penting baginya tanpa harus meminta. Peningkatan identifikasi memungkinkan masing-msing pihak berfikir seperti yang lain, merasa seperti yang lain, dan menanggapi seperti yang lain.

Cara Mendapatkan Kepercayaan dalam Diri
Sudah tidak diragukan lagi  bahwa setiap orang pasti ingin dirinya  terus  berkembang  untuk  menjadi  lebih  baik. Membangun  diri  yang  baru  bukan  semata-mata  dalam artian fisik  atau tampilan  luar  (outer  beauty), namun juga kondisi  yang  ada di dalam atau yang  biasa kita  sebut  inner beauty.
Di dalam  tubuh  manusia terdapat  3  (tiga)  komponen  yang  sangat  penting,  yaitu Body,  Mind,  dan  Soul.   Jika  ingin  membangun diri  kita  yang baru,  tiga  komponen  inilah  yang  harus  kita  perhatikan, yang  mana  semua  komponen  tersebut  butuh  suatu pembersihan.
1.            Body Cleansing
2.            Mind Cleansing
3.            Soul Cleansing

0 komentar:

Posting Komentar

Text Widget

apa yang anda baca adalah tugas -_-
 

Blog Template by BloggerCandy.com